Archive

Archive for September, 2005

Hisab Ramadhan/Syawal 1426H #2

September 26th, 2005

Berkaitan dengan penentuan awal ramadhan dan syawal tahun ini, sebenarnya saya sedang menunggu-nunggu “fatwa” dari observatorium Bosscha. Koq Bosscha, bukan NU/ Muhammadiyah, Persis, atau lainnya? Bukan apa-apa koq. Saya lebih menyukai perhitungan dari kalangan akademik yang relatif lebih netral. Lagi pula “fatwa” yang saya maksud adalah analisa kedudukan bulan, bukan penentuan jatuhnya tanggal satu ramadhan. Sambil nunggu karena sampai hari ini belum keluar juga, saya coba-coba hitung sendiri.

Metode pertama, lihat almanak Bulan dari NASA, untuk bulan Oktober/ November tahun 2005 konjungsi bulan atau Ijtimak adalah:
Ramadhan –> Tanggal 03-10-2005: 10:28 UTC (17.28 WIB)
Syawal ——-> Tanggal 02-11-2005: 01:25 UTC (08.25 WIB)

Metode ini sangat sederhana, hanya melihat kapan Konjungsi terjadi. dengan dasar teori yang telah dijelaskan di artikel #1, konjungsi awal ramadhan terjadi pada tanggal 3 Oktober 2005 pukul 17.28 WIB, sekitar 15 menit menjelang terbenam matahari. Ketinggian hilal pada hari itu sangat rendah, mustahil terlihat (Hilal biasanya terlihat jika jarak antara konjungsi dengan saat matahari terbenam adalah lebih dari 6 jam). Praktis bisa disimpulkan awal ramadhan jatuh pada lusa harinya yaitu tanggal 5 Oktober 2005. Sementara Konjungsi awal syawal terjadi pada tanggal 2 November 2005 pukul 08.25 WIB. Selisih waktu sekitar 9 1/2 jam dari waktu terbenam matahari. Saat matahari terbenam ketinggian hilal dipastikan cukup tinggi untuk terlihat. Maka hari raya idul fitri kemungkinan besar terjadi pada tanggal 3 November 2005 (tergantung apakah hilal benar telihat atau tidak). Panjang bulan Ramadhan tahun ini adalah 29 hari.

Metode kedua. Gunakan tool yang ada diinternet. saya menggunakan Mooncalc. Dengan tools ini untuk posisi di Jakarta (106d 45m BT; 06d 08m LS) hasilnya adalah sbb:

Ramadhan 1426H
Ramadhan 1426H
Dari hasil diperoleh bahwa pada tanggal 3 Oktober 2005 Bulan berada dibawah ufuk!. Artinya mustahil terlihat hilal. KEsimpulannya ramadhan jatuh pada tanggal 5 Oktober 2005

Syawal 1426H
Syawal 1426H
Dari hasil tidak ada informasi tentang ketinggian hilal, namun terdapat informasi bahwa umur bulan juga diketahui adalah 9 jam 22 menit. selisih waktu terbenam matahari dan bulan (sunset-moonset) adalah 13 menit 46 detik. Jika di hitung dengan asumsi bulan dan matahari beredar dengan lintasan yang memotong titik zenith secara tegak lurus, ketinggian hilal adalah 3,44 derajat. Dari hasil ini kemungkinan hilal akan terlihat dan warga jakarta akan merayakan lebaran pada tanggal 3 November 2005. Hasil dari metode kedua tidak jauh berbeda dengan metode pertama.

Untuk lebih pasti mari kita tunggu hasil hisab dari pakar yang berwenang.

UPDATE
Pengumuman dari pemerintah (u.p departemen agama) pada3 oktober 2005, satu ramadhan jatuh pada tanggal 5 Oktober 2005 sesuai hasil perhitungan diatas. Selamat menunaikan ibadah puasa.

Islam, Sains, astro

Hisab Ramadhan/Syawal 1426H #1

September 24th, 2005

hilalMenjelang ramadhan, mungkin ada yang bertanya, kenapa sering sekali umat islam berselisih paham tentang penentuan awal ramadhan/syawal? Padahal dengan teknologi yang ada saat ini harusnya perhitungan posisi bulan sudah sangat akurat. Benar sekali untuk pernyataan bahwa metode perhitungan posisi bulan saat ini sudah akurat, namun masalah yang ada adalah definisi “Hilal” itu sendiri.

Perdefinisi, hilal adalah bulan sabit pertama kali yang terlihat setelah bulan mengalami konjungsi. Konjungsi adalah suatu saat dimana matahari dan bulan berada segaris di garis ekliptik. kadang konjungsi menghasilkan gerhana matahari, dimana piringan bulan tepat menutupi piringan matahari, namun hal ini tidak selalu terjadi karena bidang orbit bulan tidak berhimpit dengan bidang ekliptika (bidang edar bumi mengelilingi matahari). Jika bidang edar bulan mengelilingi bumi satu bidang dengan bidang edar bumi mengelilingi matahari, maka kita akan melihat gerhana matahari dan gerhana bulan setiap bulan.

Konjungsi juga adalah kondisi dimana matahari tepat “menyalip” bulan. Gerak semu harian matahari lebih cepat sekitar hampir satu jam setiap harinya dibanding gerak semu harian bulan. Hal ini menyebabkan bulan setiap harinya terlambat terbit/terbenam di banding matahari.

Jika konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam, dipastikan saat matahari terbenam Bulan masih berada diatas ufuk. Pada saat itulah Hilal seharusnya akan terlihat. Masalahnya, tebalnya atmosfir di sekitar garis horison dan lemahnya cahaya hilal menyebabkan hilal tidak selalu terlihat. Semakin sore terjadinya konjungsi, semakin rendah ketinggian hilal dan semakin lemah cahaya hilal. Disinilah terjadi perbedaan pendapat. Sebagian orang berpendapat, bahwa hilal haruslah “terlihat”. Walaupun (berdasarkan perhitungan) hilal berada diatas ufuk namun tidak ada seorangpun yang melihat, maka esok hari belumlah menjadi awal bulan. Dipihak lain, Keberadaan hilal diatas ufuk secara matematis, sudah menjadi bukti de-facto bahwa esok hari adalah sudah masuk awal bulan.

Ada sedikit masalah lain, yaitu pertanyaan “Seberapa tinggi bulan agar terlihat sebagai hilal?” Para ahli astronomi telah memperhitungkan kriteria penampakan hilal. Menurut mereka, hilal baru akan terlihat pada ketinggian sekitar 6-7 derajat dari garis horison. Dibawah itu akan sangat sulit bahkan pada ketinggian yang lebih rendah lagi akan mustahil terlihat. Berbagai negara mempunyai kriteria yang berbeda-beda untuk ketinggian hilal yang pasti terlihat, rata-rata menetapkan antara 4-6 derajat. Di indonesia tidak terlalu jelas kriterianya, Konon seh sekitar 2 derajat! Jadi jika secara perhitungan ketinggian hilal ramadhan tahun ini adalah 2 derajat kurang sedikit, pemerintah cenderung menetapkan awal bulan pada lusa harinya, karena hilal mustahil terlihat, dan tidak ada satupun “kru pengamat hilal dari pemerintah” yang melihat. Namun ada saja orang yang berhasil melihat hilal dengan ketinggian serendah itu yang menyebabkan ada sebagian masyarakat yang memulai puasa keesokan harinya. Untuk kasus seperti ini, saya pribadi agak ragu jika ada yang mengaku melihat hilal serendah itu. Saya tidak pernah melihat hilal, namun mengutip perkataan salah satu dosen astronomy di ITB dalam seminar tentang hilal beberapa tahun lalu “Itu pasti salah lihat!”

Namun jawaban dari pertanyaan diatas “Seberapa tinggi bulan agar terlihat sebagai hilal?” belum terjawab secara tuntas. Dibutuhkan sebuah riset yang lebih mendalam. Saya pribadi memandang pemerintah indonesia (yang sekarang) kurang wibawa untuk menetapkan awal ramadhan secara tegas karena ulah para penjabat yang tidak bisa dipercaya (udah.. udah… jangan ngelantur ngomongin politik). However, jika ada perbedaan yang terjadi hendaklah jangan jadi bibit perpecahan. Mengenai penentuan awal ramadhan ini Allah berfirman dalam Alqur’an “…Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu..” (QS. Albaqoroh: 185). Yang penting, selalu menetapkan sesuatu dengan ILMU.

wallahu a’lam bisshowab.

Islam, Sains, astro

Hallo… nama saya Lutfan!

September 21st, 2005

LutfanHallo, namaku lutfan. Ayah menyuruh aku mejeng disini, katanya seh ada yang mau kenalan. Salam kenal yah!. Barusan sambil goreng emping ibu pesen-pesen, kalau ada yang mau kenalan, datang aja kerumah, jangan cuma mampir di blog ayah. Nanti kalau mampir kerumah, ayahku akan masak masakan udang saos tirem ala “babe lutfan”. tapi itu kalau tukang udangnya lewat.

Aku dilahirkan 19 desember 2004, pas seminggu sebelum bencana tsunami di Aceh. Zodiakku Sagitarius, sama seperti ayah. Alhamdulillah kelahiranku normal, tidak perlu sampai operasi caesar walaupun ternyata tali pusatku sangat pendek.

Ayah yang memberi namaku lutfan. Ternyata ayah dan ibu punya perjanjian, anak lelaki di beri nama oleh ayah dan anak perempuan diberi nama oleh ibu. Ayah sebenarnya agak telat memberi nama, sehingga sebelum punya nama resmi, oma ku menamaiku Steward. Ayahku kurang setuju dengan nama itu “Kayak nama orang cina” kata ayah. Lho… bukannya kayak nama penyanyi rock yang rambutnya jabrik? Tapi karena oma-lah sampai sekarang om dan tanteku memanggilku “si-iwuch”, merjer dari “steward” (di spell dengan logat tanjung priuk) dengan “lutfan”. Bagus juga koq, “iwuch bin ech”, hehehe…

Nama lengkapku “Lutfan Nizami Arivain”. Ada banyak alasan mengapa ayahku memberi nama itu. Alasan pertama: namaku terdiri atas 19 huruf, sama dengan tanggal kelahiranku. 19 juga adalah jumlah huruf dalam kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim” (dalam huruf arab) kalimat suci yang dibaca milyaran umat muslim setiap hari setiap kali memulai sesuatu. Alasan berikutnya: Namaku diawali huruf “L”, yaitu huruf urutan ke 12 dalam abjad yang sama dengan bulan kelahiranku. Dengan huruf awal “L” juga akan menyebabkan diriku berada dalam kisaran urutan tengah-tengah dalam daftar absen jika aku bersekolah nanti. Wah, ternyata ayahku mikirnya sampai kesitu yah?

Alasan lainnya agak futuristik. Ayahku menginginkan jika namaku dicari dengan mesin cari google akan menghasilkan result yang “straight” (langsung mengarah tentang informasi tentang diriku sendiri). Artinya namaku dirancang sedemikian rupa selain keren dan punya arti mendalam, juga unik alias susah dicari duanya di bumi ini. Ayahku sudah periksa, kata “lutfan” dicari dengan google menghasilkan 616 result, “nizami” 258.000 result dan kata “arivain” 622 result. Kombinasi ketiga kata tersebut menghasilkan 2 result, yaitu blog ayahku ini. Ternyata selain “nizami”, namaku memiliki hit yang rendah. Artinya namaku ga pasaran dong…. Bayangin kalau jadi dikasih nama “Steward”, kalau di cari di google bakal bias hasilnya karena ada 9.330.000 result!

“Lutfan” artinya adalah orang yang lemah lembut dan “Arivain” artinya adalah “yang memiliki dua kearifan” Ayahku menyuruhku untuk mencari dan mencapai dua kearifan yang dimaksud. Sebuah tugas yang berat di dunia penuh dengan tipu daya. btw, “arvain” juga adalah pelesetan dari “irawan”, nama belakang ayah.

Tentang “nizami”, nama tersebut diambil dari nama sebuah bintang! Ayahku kalau sudah cerita tentang astronomi memang jagonya. NizamBintang tersebut adalah bintang alnilam yang berasal dari kata An-Nizam, yang artinya “untaian mutiara”. Bintang ini terletak tepat di tengah-tengah rasi Orion, urutan ke 30 sebagai bintang terterang di langit. Jaraknya adalah 1300 tahun cahaya. Sangat Jauh…! Dengan teknologi roket jaman sekarang, butuh waktu sekitar 57 juta tahun untuk sampai kesana (belum sampai mungkin udah keburu kiamat). Foto disebelah ini adalah foto bintang tersebut, Bagus ya? kapan-kapan saya ingin mampir kesana kalau teknologi warp seperti di film startrek telah ditemukan. Kalau saya naik pesawat Stratrek Enterprise-nya om kapten Picard, dengan kecepatan jelajah rata-rata dari bumi sampai sama bisa ditempuh dalam waktu 3-4 bulan.

Sekarang umurku sudah 9 bulan, belum bisa jalan sendiri (masih latihan nih) tapi sudah bisa berdiri pegangan satu tangan. Ini foto aku bersama ayah, difoto oleh ibu.
Bareng Ayah

Personal

The Blue Marble: Bumi Kita

September 20th, 2005

Blue MarblePernah lihat foto sebelah?. Ohh… itu foto planet kita. Betul.. ngomong-ngomong foto planet bumi (utuh), dimana-mana yang ditampilkan selalu foto ini. Saya pribadi sudah terlalu sering melihat foto ini; di buku, brosur, website, majalah, buku yang lain lagi. Memang ini adalah foto yang sangat terkenal diberi nama “The Blue Marble” (si kelereng biru) di perkirakan
sebagai foto terbanyak yang pernah di distribusikan secara luas dalam sejarah manusia.

Dari wikipedia, dijelaskan bahwa foto ini diambil pada tanggal 7 Desember 1972 pukul 17.39 WIB dalam misi APollo 17. jarak Dari bumi sekitar 45.000 km atau sekitar 5 jam 6 menit setelah diluncurkan dari bumi. Sebagai informasi tambahan, Apollo 17 adalah misi berawak terakhir ke bulan, jadi ini adalah foto terakhir yang pernah diambil oleh manusia (bukan wahana tanpa awak). Dari tanggal di ambil foto ini (bulan desember) jelas, pada saat itu matahari menyinari kutub selatan sehingga wahana Apollo 17 yang saat itu berada agak diselatan bumi memiliki momen yang “tepat” untuk mengabadikan bulatan penuh planet bumi saat disinari oleh matahari.

Blue Marble 2002

However, NASA telah menerbitkan “The Blue Marble” edisi terbaru (2001/2002), terdiri atas dua foto, belahan barat dan belahan timur. Kedua foto bisa didownload dalam resolusi 2048×2048 pixel. Lumayan tinggi.

Sains, astro

Moon Phase

September 20th, 2005

menjelang Bulan Ramadhan,
Barusan saya menambahkan icon Moon Phase di kolom navigasi sebelah. Tools ini sangat berguna untuk mengetahui phase bulan saat ini, dan mudah-mudahan bermanfaat buat anda pengunjung blog ini.

Selamat mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan yang penuh hikmah.

Sains, astro

Blog Referer

September 20th, 2005

Beberapa hari ini saya amati kunjungan ke blog saya meningkat. tidak sampai ratusan hit perhari, tapi pokoknya lumayan meningkat. Ada apa gerangan? saya pikir ada yang menaruh link ke blog saya, tapi sepertinya bukan. Ternyata kebanyakan (kemungkinan besar) adalah berasal dari navbar blogspot. berikut ini beberap tangkapan saya:
Referer

Semua adalah blogspot asing. Tidak saya kenal dan sepertinya tidak mungkin ada secara sengaja ada link menuju blog saya (beberapa saya cek, memang tidak ada)

Tidak heran kalau ada yang berkunjung dari link di blogger navbar, tapi agak mengherankan kenapa baru akhir2 ini yaa? Dalam beberapa hari ini juga blog saya kemasukan comment spam, yang menyebabkan saya mengaktifkan “word verification” dari blogspot.

IT Stuff

Ubuntu Hoary

September 19th, 2005

Hari kamis minggu kemarin saya menerima slip pengambilan barang di kantor pos. Pastilah kiriman CD Ubuntu Linux pesanan saya. CD Ubuntu Linux versi 5.04 ini saya pesan sejak sekitar awal mei 2005 lalu, kemudian masuk dalam daftar kiriman pada 21 Juli 2005, terkirim dari Belanda anggal 3 agustus 2005, dan sampai ke kantor pos tanggl 29 Agustus 2005 serta saya terima hari ini. Lumayan lama (4 bulan-an) sampai-sampai ubuntu versi yang baru sudah akan dirilis.

Yang sedikit menyebalkan adalah, kalau dulu CD ini tiba-tiba sudah ada di rumah, kali ini saya menggunakan alamat kantor, ada Biaya tax sebesar 37.700 rupiah. Mungkin karena di slip kiriman tertera nilai benda kiriman adalah sebesar 9 euro. Daripada ribut-ribut, saya bayar saja (total rp. 45.000, tambahan adalah biaya bungkus ulang seperti biasa). Terkirim adalah 36 set CD Ubuntu Linux (masing-masing 2 CD), 30 set untuk platform i386, 3 set PPC dan 3 set lagi untuk platform AMD64.

Ada yang mau minta ke saya? cepat-cepat sebelum kehabisan.

IT Stuff

Proxy via SSh tunnel

September 17th, 2005

Kontent internet jaman sekarang ditambah prilaku para user yang suka-suka memang sering bikin susah para sysadmin. Keberadaan Situs-situs porno atau situs gaul (yang ga ada hubungan dengan pekerjaan), virus,/worm, spam dan spyware membuat mereka membuat proteksi yang cukup ketat. Jika anda pengguna internet di kantor dan admin jaringan anda cukup galak, biasanya Proxy server anda di set sedemikian rupa sehingga banyak situs-situs yang di blok, tidak bisa di akses dari dalam jaringan LAN. Wajar, daripada terjadi bencana, situs2 yang aneh2-aneh2 dan ga jelas mending di blok sekalian.

However, buat saya yang seorang system engineer (tapi ga dapet akses sebagai admin di kantor) Proxy server dan firewall yang ketat justru sering bikin susah. Padahal kadang saya membutuhkan akses ke situs-situs underground untuk mendapatkan crack dari software yang ingin saya pelajari fitur2nya. kadang juga saya ingin mengetes atau mempelajari suatu situs yang “ajaib” (yang jelas udah keburu di blok) atau mengunjungi situs yang jadi omongan di internet, diskusi dengan teman di Y! Messenger dan lain-lain. Intinya pekerjaan tukang lahh..

Jadi gimana? yang saya butuhkan adalah menembus proxy server kantor dan menggunakan proxy ISP yang relatif lebih longgar aturannya. Salah satu jalan keluar adalah dengan SSH Tunelling. Dasar teorinya adalah akses internet anda di-”tunell” melalui saluran SSH, lalu di remote host (host yang anda SSH ke sana) anda melakukan port forwarding. Cara ini bisa di pakai jika anda memiliki account unix/linux server diluar firewall dan firewall kantor anda meloloskan koneksi SSH.

Teknik ini dalam lingkungan OS linux sudah banyak dibahas, sekarang bagaimana jika OS saya M$ Windows? Ada cara yang cukup mudah. langkah pertama, download dan install SSH Tunnel pada komputer anda (freeware). Langkah kedua, lakukan konfigurasi (Tools-> Config) dengan memasukkan Informasi IP Address dan port server SSH dan juga username dan password anda (anda harus punya account di server tersebut). Pada port forward definition, masukkan listen address adalah localhost (127.0.0.1) dengan port sembarang (katakanlah port 30000) dan pada forward address adalah proxyserver ISP anda (misalnya proxy.cbn.net.id jika anda pelanggan CBN) beserta portnya (biasanya 8080). Konfigurasi SSH Tunnel selesai, begitu doang. Contoh konfigurasi anda bisa lihat gambar dibawah:

Langkah terakhir adalah arahkan proxy address browser anda ke localhost. Berdasarkan contoh diatas, proxy address adalah 127.0.0.1:30000 . Selesai. Jika anda melakukan dengan benar, sekarang anda bisa menge-browse internet dengan proxy ISP, bukan Proxy kantor.

Jika anda “ngeh”, teknik tidak hanya bermanfaat untuk menembus proxy server, tapi juga akses ke mail server, ftp server, chat, dan lain-lain yang mungkin di blok oleh admin jaringan anda. Coba-cobalah oprek lagi.

Terakhir, lakukan dan gunakan teknik ini dengan bijaksana. Keputusan admin untuk mengeblok situs2 tertentu adalah demi kepentingan umum (user internet di Lingkungan anda) dan sebaiknya anda menghargai hal itu.

IT Stuff