Matahari Mengelilingi Bumi
Saya sudah membaca bukunya. “Matahari mengelilingi bumi, sebuah kepastian Al-Qur’an dan as-Sunnah serta Bantahan terhadap teori bumi mengelilingi matahari” Pengarang: Ahmad Sabiq bin abdul lathif abu yusuf. Penerbit: pustaka al-furqon
Pertama kali dengar masalah ini dari posting di blog harry Sufehmi. Hari minggu kemarin ngobrol-ngobrol dengan seorang teman, ternyata doi punya bukunya. Buku ini saya pinjam dan langsung habis saya baca dalam waktu 3 jam.
Dari apa yang saya baca, menurut saya yang paling mengganggu bukanlah statemen bahwa “matahari mengelilingi Bumi” melainkan bagaimana mereka menafsirkan ayat Alqur’an untuk menjelaskan fenomena alam. Tampaknya kesimpulan ini juga bukan semata-mata hasil pemikiran si penulis, melainkan suatu pemahaman di lingkungan (aliran?) islam tertentu. Menurut saya agak sulit jika kita mendebat pendapat ini (kepada mereka) melalui bukti-bukti empiris, apalagi bukti yang di peroleh dari “ilmuwan kafir”
.
Semua ulama sepakat bahwa Alqur’an bukanlah Kitab Ilmu pengetahuan. Terlalu gegabah menafsirkan fenomena alam yang tertulis dalam Alqur’an secara literal, karena Bahasa Alqur’an menggunakan gaya bahasa sastra tingkat tinggi. menafsirkan alQur’an dibutuhkan keluasan ilmu dari penafsir dalam bidangnya, dan itupun belum tentu 100% benar karena tafsir alQur’an adalah hasil pemikiran manusia, BUKAN AlQur’an itu sendiri.
Ambillah contoh yang mudah. Ayat 14 Surat Ar-Rahman: “Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar”. Apa betul tubuh kita terbuat dari tanah kering? Kenyataannya manusia terbuat dari tulang, daging, darah, dll. Apakah dengan demikian AlQur’an Salah?
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat ayat-ayat bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka (Ali Imran 190-191).
AlQur’an sendiri mengatakan bahwa fenomena alam, juga adalah ayat-ayat Allah (ulama menyebutnya sebagai Ayat Kauniyah). Inilah yang seharusnya dilakukan untuk memahami Alam semesta: mentafakuri fenomena alam yang terjadi disekitar kita. Ayat kauniyah “terbaca” (namun belum tentu di tafakuri) oleh semua umat, baik muslim dan non-muslim. Perbedaannya adalah apakah ayat-ayat ini akan semakin meningkatkan keimanan ataukah menambah kekufuran? Akankah kita mengingkari Ayat-ayat Kauniyah ini? yang artinya juga mengingkari AlQur’an terutama Ali imran ayat 190.
heliocentris vs Geocentris
Buku ini menuduh para pengikut aliran heliocentris sebagai pro-Kafir (Karena pencetus heliocentris Copernicus yang adalah orang kafir). Benarkah? Statemen ini dengan mudah dapat dibalik, karena aliran geocentris juga (sebelum islam) dicetuskan oleh “orang kafir” diantaranya Plato, Aristoteles dan yang paling masyhur Claudius Ptolomeus. Dari pada berdebat masalah ini coba kita buka lagi lembar sejarah. Buku ini memiliki banyak ketidak konsistenan. Penulis mencaci maki “ilmuwan kafir” seperti Aristotles dan Pythagoras, padahal se-ide dan sepaham dengan penulis. (tentang geocentris). hal ini menunjukkan ketidakpahaman penulis tentang sejarah.
Dari wikipedia, teori heliocentris pertamakali (diketahui) di gagas oleh Yajnavalkya dalam kitab Shatapatha Brahmana (abad 9 SM). Orang Yunani kuno yang mempunyai ide ini pertama kali adalah Aristarchus (abad 3 SM) dan abad pertengahan adalah Ilmuwan india bernama Aryabhata (476–550M),
Ilmuwan muslim pada awalnya mengikuti paham geocentris. Namun seiring dengan perkembangan ilmu astronomi (yang juga dibangun oleh banyak ilmuwan muslim pada masanya), mengalami banyak masalah dengan dengan teori ini. Akhirnya seorang ilmuwan muslim bernama ibnu al-Shatir (1304–1375M), dalam kitabnya yang berjudul Nihayat as-Sul fi Tashih al-Usul mengagas teori heliocentris. Perlu diketahui masa hidup Ibnu Shatir adalah sebelum Copernicus (1473-1543M). Penelitian ahli sejarah menemukan bahwa karya Copernicus mirip dengan yang diperoleh oleh Ibnu Shatir sehingga muncul dugaan bahwa pemikiran Copernicus adalah hasil mencontek dari Ibnu Shatir (nahh!!).
geocentris ataupun heliocentris, belum terdengar (setidaknya oleh saya) ilmuwan muslim pada saat itu saling menghujat apa lagi saling mengkafirkan satu sama lain.
Kesimpulan: Matahari Mengelilingi Bumi?
menurut saya pribadi, kesimpulan ini (matahari mengelilingi bumi) benar, dengan catatan bahwa Alqur’an menggunakan bumi sebagai acuam diam. tidak salah toh? Jika bumi sebagai acuan diam maka seluruh benda langit secara relatif bergerak mengelilingi Bumi. Namun kesimpulan sebaliknya juga tidak salah. Bukti empiris menunjukkan bahwa Bumilah yang mengelilingi matahari. Bukti empiris adalah Ayat kauniyah yang juga datangnya Dari Allah SWT dan keduanya (ayat AlQur’an dan ayat Kauniyah) tidak saling bertentangan karena dalam AlQur’an tidak tertulis secara explisit bahwa matahari mengelilingi bumi (atau sebaliknya).
Lalu mengapakah karena hal ini kita saling menghujat sesama muslim?
hehehe..
sebenernya yang paling bikin sebel itu, ketika kita menyampaikan pendapat kita (yang intinya gak setuju ama pendapat dia), kita langsung dicap :
“islam lu gimana sih? kok gitu??”
weks..
sampe pernah diceramahin panjang lebar ama orang waktu itu..
dibilang terlalu liberal lah..
dibilang kebablasan lah..
:-w
Astaga,
matahari mengelilingi bumi bukan soal setuju dan tidak setuju, bukan juga soal selera.
Ini soal benar dan tidak benar.
Seperti pernyataan bahwa Kota Bandung di Indonesia. Tidak peduli anda setuju atau tidak, itulah kenyataannya. Ini bukan juga soal kesepakatan.
Saya rasa, ini ada orang yang berpura-pura Islam, lalu inginmenguji, sejauh mana umat Islam “menelan” pernyataan bodoh seperti ini.
Eh, nyatanya banyak yang keblinger juga.
Memang, tanda-tanda dari Allah itu untuk mereka yang berpikir !
Sedikit saja mau berpikir (dan melihat gejala alam), segera tahu bahwa matahari mengelilingi bumi adalah gurauan saja !
Assalamu`alaikum Wr Wb
, niatan saya mencari pendapat dari teman-teman di internet akan buku “kontroversial” tersebut membuahkan hasil.
salam kenal mas ech
Kebetulan saya juga telah membaca bukunya + mendengarkan ceramah dari Ahmad Sabiq sendiri melalui mp3 (ketemu langsung tidak pernah, kebetulan saya di Malang, jawa timur).
Awalnya saya juga kaget dan tidak percaya karena selama ini yang kita percaya dan kita dapatkan semenjak sd adalah teori sebaliknya, dan ketika ada pendapat yang sebaliknya jelas tidak bisa menerima secara langsung karena belum ada pembuktian ilmiah dibanding dengan teori yang diyakini saat ini. Sampai pernah suatu ketika saya tanyakan kepada sahabat saya mas Febdian (febdian.net).
Menurut pendapat saya pribadi, sama seperti mas ech tidak ada gunanya berdebat karena jelas-jelas ada perbedaan dalam memahami masalah ini. Satunya berdasarkan nash Al Qur`an dan satunya lagi berdasarkan pembuktian ilmiah. dan perbedaan ini tidak jauh dengan teori evolusi, coba kita, Manusia pertama kali diciptakan pasti kita jawab Nabi Adam bukan? ketika ditanya kenapa pasti jawaban kita adalah karena dalam Islam demikian, belum pernah ada yang menjawab Kera yang seperti di beritakan oleh Darwin. Dan setelah evolusi darwin runtuh juga belum jelas siapa dan darimana asal-usul manusia. bagaimana menurut mas ech?
Menurut saya lagi, memang dalam memahami agama memang bukan akal yang di kedepankan tetapi dalil dan menggunakan hati, karena jika nanti dalil di cocok-cocok kan dengan ilmu pengetahuan misalnya yang akan terjadi adalah dikemanakan dalil yang dari Al Qur`an tersebut yang kita akui kebenaranya jika sebuah teori dapat diruntuhkan seperti evolusi.
saya sendiri cenderung mempercayai yang “Matahari Mengelilingi Bumi” proses ini pun terjadi ketika saya mendengarkan mp3 ceramah tersebut. dengan alasan apa yang di paparkan secara dalil memang benar dan kita sebagai muslim harus “mendengar dan taat”. dan memang teori ini masih sulit untuk di buktikan secara ilmiah. karena disisi lain propaganda yang di hembuskan oleh barat kepada dunia islam yang salah satunya pendaratan ke bulan dan ke mas masih diragukan sekali karena banyaknya kejanggalan.
mungkin itu mas pendapat saya dan saya yakin suatu saat nanti teori ini akan menjadi sebuah kebenaran jika telah banyak orang yang mengetahui dan mendukungnya dan sukur-sukur Allah memberi jalan untuk menuju ke proses pembuktian secara ilmiah.
salam kenal dan persaudaraan dari Malang
Wassalamu`alaikum Wr Wb
Samsuga:
Juga salam kenal dan persaudaraan.
Tentang asal-usul nabi adam, ini menarik. Sekarang pertanyaannya: Di mana dalam Alqur’an dikatakan bahwa Nabi adam adalah manusia pertama? Kalau ada yang mengatakan bahwa Nabi adam bukan manusia pertama, bahkan dilahirkan oleh seorang wanita (kalau tertarik, bisa saya tunjukkan dalil yang dimaksud) bagaimana menurut anda?
Menurut saya Alqur’an dapat ditafsirkan bermacam-macam, bahkan bukannya tidak mungkin secara kontradiktif. Sebagai seorang muslim saya percaya bahwa Alqur’an adalah kitab suci yang sempurna. Manusia-lah (dengan segala keterbatasannya) menafsirkan secara parsial yang menyebabkan seakan-akan alqur’an kontradiktif dengan ayat lain, dan/atau juga kontradiktif dengan bukti ilmiah. Mirip seperti cerita tentang sekelompok orang buta yang disuruh menggambarkan bentuk seekor gajah.
Menurut saya lagi, memang dalam memahami agama memang bukan akal yang di kedepankan tetapi dalil dan menggunakan hati, karena jika nanti dalil di cocok-cocok kan dengan ilmu pengetahuan misalnya yang akan terjadi adalah dikemanakan dalil yang dari Al Qur`an tersebut yang kita akui kebenaranya jika sebuah teori dapat diruntuhkan.
Saya tidak sepakat. menurut saya akal adalah pelita hati yang harus digunakan untuk memahami kebenaran. Kalau hanya yakin tapi tidak paham ilmunya itu namanya taqlid buta. Bukankah Banyak Ayat Al-Qur’an yang diakhiri dengan kalimat “afalaa ta’qiluun?” (artinya: “Apakah kamu ga mikirr???”). Memang betul, tidak tepat ilmu pengetahuan ilmiah di cocok-cocokkan dengan dalil AlQur’an, Karena pengetahuan ilmiah bukanlah kebenaran sejati. Dia hanya benar sepanjang tidak terbukti salah.
apakah ada yang tahu mana yang benar, matahari mengitari bumi ato bumi mengitarimatahari? Kita tidak ada yang tahu secara pasti klo tidak ada yang ngasih tahu.
Waktu di sekolah kita diajari oleh guru kita, ato baca artikelnya copernicus(ada yang pernah baca?). Ato baca buku ilmu pengetahuan tentang matahari vs bumi. Bahwa bumi mnegelelingi matahari. Tapi ini kan hanya sebuah model. Kita bisa saja mendefinisikan lain, misal matahari mengelilingi bumi. Gak masalah. Kayaknya kita semua sudah kena doktrin tentang peredaran bumi mengelilingi matahari. Klo waktu ujian ditanya tentang itu jawabnya sebaliknya kita dianggap bodoh, nilai nol. Padahal pak Guru juga belum pernah ke matahari untuk mengetahui secara pasti yang benar mana.
Dalam buku itu yang membuat seorang ustad, dia tidak sembarangan asal buat buku. Apa lagi ada artikel dari seorang ulama terkenal yang terjaga dari kesalahan dan penuh hati-hati dalam bersikap, nggak seperti kita (baca link : http://abdurrahman.wordpress.com/2007/03/15/benarkah-bumi-mengelilingi-matahari/)
dari link itu sudah jelas dan gamblang bahwa yang memberi penjelasan tentang peredaran bumi vs matahari adalah Sang pencipta Bumi & matahari Allah SWT. Maka kita wajib mempeyakininya.
Secara ilmu fisika pun ini dapat diterima. Justru lebih menguntungkan klo dengan paham matahari mengelilingi bumi. kita gak usah bingung-bingung membayangkan kita berjalan bersama bumi mengeliligi matahari, tetapi bukannya yang kita lihat sehari-hari memang matahari yang mengeliligi bumi, bergerak dari barat ke timur. apakah kita akan menipu penglihatan kita sendiri.
Assalamu ‘alaikum
Saya membuka-buka tulisan netter tentang masalah ini, saya berencana menulis meluruskan kesalah fahaman yang ada di kalangan pemuda muslim.
Inysa Allah tunggu saja http://abasalma.cjb.net
Kemudian sebelum saya menulis agar tidak terkesan grusa-grusu, bahwa anda mengatakan ada bukti-bukti empirid bahwa bumi mengitari matahari, tolong sebutkan bukti-bukti empiris tadi dan jelaskan kepada saya secara ilmiah.
Karena setahu saya selama ini sebagai guru fisika teori=teori tersebut tidak ada bukti empirisnya melainkan semuanya masih berupa hipotesa hipotesa, dan dukungan teori tersebut juga berupa hipotesa, perlu juga diketahui bahwa hipotesa yang muncul itu sebuah pengamatan yang dilakukan dari bumi.
Saudaramu fi jalan agama. Saya tunggu kunjungannya, balasan komen ini ke blog saya saja.
Abu Salma bin Rosyid
http://abasalma.cjb.net
Menurut saya sih hal macam ini tak perlu didiskusikan. Mungkin sama halnya mengatakan orang yang naik mobil itu bid’ah karena tidak ada dasar ayat Quran dan tuntunan sunnah. Belum lagi mobil itu bikinan orang kafir, para pelaku propaganda, dan pendusta…
gak bakal nyambung seumur-umur…
sesungguhnya perkataan orang-orang yang beriman ketika diseru oleh Alloh dan Rosulnya adalah “kami mendengar dan kami taat” bukan malah “kami mendengar dan kami ingkar”
dan jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu,maka kembalikanlah pada Alloh(Al Qur’an) dan RosulNya(As Sunnah); jika kamu beriman pada Alloh dan hari Akhir.
salam kenal buat samsuga.
islam itu awalnya asing, dan akan kembali asing di akhir zaman.
maka beruntunglah orang-orang yang (dianggap) asing
tetap istiqomah di atas islam dan sunnah hingga datang angin sewangi misik
ini merupakan masalah khilafiah yang penting bahwa yang mencipta Matahari,Bumi Allah dan yang mengerakan Matahari,Bumi Allah.Ingat kelak di Padang Masyar Matahari berada di atas kepala kita jaraknya berbeda pendapat dan Mataharinya bergerak atau berhenti ?
Buku yang berjudul “MATAHARI MENGELILINGI BUMI” jelas-jelas menyalahi Sunatullah! Mohon diingat bahwa besar Matahari itu kurang-lebih 1.300.000 (satu juta tigaratus ribu) kali Bumi yang kita tempati ini!
Apa bisa benda segede gajah enjoy-enjoyan memutari benda segede semut?
Untuk menyimak penjelasannya yang lebih panjang, silahkan mampir di blog ini:http://protagon.wordpress.com/2008/03/28/ptolomeus/
SAYA TELAH 8 TAHUN MEMPELAJARI ILMU BUMI, ADA BEBERAPA PERTANYAAN ?
1. APAKAH KITA BISA MERASAKAN PERPUTARAN BUMI ?
2. JIKA BUMI BERPUTAR MAKA KALO KITA PAKE BALON UDARA KEMUDIAN MELIHAT KE BAWAH PASTI AKAN MENJUMPAI DARATAN BERBEDA
3. kALO SEMUA BERPUTAR PASTI PESAWAT TERBANG AKAN MELAWAN ARAH PERPUTARAN BUMI APAKAH MUNGKIN PESAWAT DAPAT MELAWAN TENAGA ARAH PERPUTARAN BUMI ?
4. PERNAHKAH DARI SATELIT MELIHAT REAL PERPUTARAN BUMI ?
lebih baik membahas kita selamat ngak ya dari terik matahari di Padang Masyar kelak karena terik matahari sekarang bisa berteduh kalau matahari di Padang Masyar kita tak kan bisa berteduh
nyasar dari google nih.
mas, kalo bumi sbg titik acuan diam, trus dikatakan matahari mengelilingi bumi kok gak masuk di akal saya.
masalahnya, jika satu benda A mengelilingi B, belum tentu benda B mengelilingi benda A, bukan?
walaupun anda menggunakan acuan A maupun B. bisa anda bayangkan ada 9 planet mengelilingi matahari, apakah mungkin matahari mengelilingi masing2 planet itu..bisa kacau dong garis edar masing masing planet.
oh ya,, buku matahari mengelilingi bumi ternyata mengubah ayat-ayat Alquran (walaupun hanya terjemahannya) tapi maksudnya sungguh sudah sangat berbeda. tujuannya bukan lain untuk mendukung pernyataannya.
kira2 apa hukuman yg setimpal buat pengarang laknatullah ini ya?
Dear All,
Tolong hentikan saling melaknat. Dalam diskusi hendaknya di landasi semangat saling menasehati dalam kebaikan.
untuk mas gadget,
Jika bumi sebagai acuan diam, maka semua benda langit (ga cuma matahari) secara relatif bisa dikatakan mengelilingi bumi. Jika planet mars dijadikan acuan diam, maka dikatakan seluruh benda langit (termasuk matahari dan bumi) beredar mengelilingi Mars, dan juga seterusnya.
Hal ini bukan karena A mengelilingi B (and what so ever), melaikan karena benda yang menjadi acuan diam itu berputar pada porosnya. semoga ini menjawab pertanyaan anda
FOR LINTANG CANOPUS:
1. APAKAH KITA BISA MERASAKAN PERPUTARAN BUMI ?
KALU SAYA SIH IYA…
2. JIKA BUMI BERPUTAR MAKA KALO KITA PAKE BALON UDARA KEMUDIAN MELIHAT KE BAWAH PASTI AKAN MENJUMPAI DARATAN BERBEDA
KAN BUMI PUNYA GRAVITASI, JADI BALUN TERBANG NTU MASIH DIWILAYAH MEDAN GRAITASI BUMI, JADI G AKAN MENJUMPAI DARATAN YANG BERBEZA, MUNGKIN KALU ENTE TERBANG LEBIH TINGGI (KELUAR ANGKASA-TENTUNYA DENGAN BALUN TERBANG ENTE NTU) SAMPAI KELUAR DARI MEDAN GRAVITASI BUMI, WAKTU NTE TURUN BISA NYAMPE DI DARATAN YANG BERBEZA
3. kALO SEMUA BERPUTAR PASTI PESAWAT TERBANG AKAN MELAWAN ARAH PERPUTARAN BUMI APAKAH MUNGKIN PESAWAT DAPAT MELAWAN TENAGA ARAH PERPUTARAN BUMI ?
G MUNGKIN LAH, KAN GRAVITASI BUMI LEBIH KUAT DARIPADA TENAGA PESAWAT…
4. PERNAHKAH DARI SATELIT MELIHAT REAL PERPUTARAN BUMI ?
PERNAH, WAKTU SAYA KERJA DI SALYUT…. G PERCAYA? TERSERAH…
Pernah denger yang ini kagak?
Dulu ulama-ulama wahabi membuat berang Raja Abdul Azis karena melarang pengajaran geografi di sekolah-sekolah Saudi. Kenapa? Karena geografi akan mengajarkan bahwa bentuk bumi adalah bulat dukan datar. Bagaimana siasat raja untuk membujuk ulama-ulama tsb? Pertama-tama geografi di sana hanya mengajarkan tentang loksai negara-negara Islam…
Kalau mau berpikir sedikit, tanya deh ahli astronomi dan juga fisika, nggak mungkin kalo matahari yg ngitari bumi.
Kalo elu orang salafi coba deh googling lebih cermat sekarang ulama-ulama salafi juga sudah mulai menerima kebenaran bahwa bumilah yang mengitari matahari. Matahari “kelihatannya” mengitari bumi adalah gerak semu akibat bumi kita berputar pada porosnya…
Salafi atau salah fikir. Itu disebabkan karena tidak mau menggunakan akal karena mereka percaya bahwa akal hanya membawa kepada kesesatan. Oleh karena itu kita tak boleh berfikir. Kebanyakan fikir akan ada sesuatu yg baru dari hasil karya fikir itu. Sehingga menimbulkan bid’ah. Aliran ini selalu akan memundurkan umat islam baik dari segi keimanannya maupun dari keilmuannya. Kaum ini pasti mempercayai ketika dia naik mobil yg disangkanya tentu pohon-pohon dan rumah berlari mundur. Karena dia merasakan mobil hanya diam. Padahal yg sebenarnya yg jalan itu adalah mobil.
jangan bingung dan ragu, semua ciptaan Allah SWT selalu Bertasbih dan bersujud kepada ALLAH SWT dan Kiblatnya adalah Ka’bah. Kalau Dikatakan Matahari Mengelilingi Bumi Karena ia Bertawaf. seperti umat muslim waktu melakukan ibadah haji, bertawaf mengelilingi Ka’bah