Archive

Archive for the ‘astro’ Category

Jejaring Sosial

January 4th, 2009

Manusia adalah mahluk sosial oleh karena itu situs-situs berbasis jejaring sosial seperti friendster, facebook banyak diminati. Di internet, selain dua itu masih ada banyak situs jejaring lain seperti myspace, tagged, hi5, yahoo 360, linkedin, naymz, dan lain lain. Dari sekian banyak, hanya tiga situs yang saya punya profile dan di maintain yaitu friendster, facebook dan linkedin (saya punya profile di situs yahoo 360, hi5, tagged karena diundang teman. namun boleh dibilang cuma 1-2 kali login dalam setahun itupun kalau lagi inget).

friendster
Mainan lama dan sepertinya sudah tidak menarik untuk dibahas. Punya account sejak awal tahun 2004 dan sampai saat ini kurang lebih sudah 150 friend terdaftar. Saya hanya memilih teman yang saya kenal secara fisik (setidaknya kenal nama dan tahu orangnya yang mana) dan menghindari add-friend dari orang yang sama sekali tidak dikenal (diluar jaringan) atau sebelumnya tidak pernah kontak sama sekali. Namun hal ini tidak bisa dihindari sama sekali. sekitar 10% dari friend di friendster termasuk kategori UFO (unidentified Friend Object) :) .

facebook
Facebook saat ini sedang “in”. Dalam salah satu presentasi produk dalam sebuah event yang saya hadiri, presenter memperkenalkan diri dengan cara membuka profile facebooknya di layar presentasi. Tidak ketinggalan juga ybs membuka profile facebook boos-nya, CEO hingga founder dari perusahaan tempatnya bekerja. Sepertinya perusahaannya men-encourage karyawannya aktif di facebook dan menjadikannya sebagai sarana dalam aktifitas marketing. Sebuah paradigma yang menarik karena sepanjang yang saya katahui kebanyakan pimpinan perusahaan menganggap bermain-main facebook adalah aktivitas yang kurang produktif. Tergantung pekerjaanya kali ya…

Saya membuat account di facebook  kurang lebih setengah tahun yang lalu dan waktu itu masih kurang tertarik dan mengexplore lebih lanjut fitur-fitur di situs ini dan kebetulan saat itu saya tidak menemui teman yang punya profile di facebook. kurang lebih satu bulan yang lalu teman ada teman saya  bertanya apakah saya punya account di facebook (saya jawab ada) dan beliau minta di-add as friend, sekalian saja saya add beberapa teman lain yang kebetulan ada di profile teman saya itu. tidak dinyana tidak lama kemudian banyak request (konfirmasi) dari teman-teman agar diterima dalam friendlist saya. kurang dari satu bulan saya telah memiliki lebih dari 100 friend, kecepatan yang melebihi account saya di friendster. Sepertinya alasan mengapa saya sekarang lebih aktif di facebook karena disini teman saya lebih banyak :)

linkedin
Ini juga adalah salah satu situs jejaring sosial favorite saya. saya sudah rajin utak-atik bahkan sebelum saya aktif di facebook. Sedikit berbeda dari FB atau FS yang lebih berorientasi pertemanan, disini orientasi utama adalah keprofesian, dimana dalam profile pribadi, kita dapat menginput informasi seputar karir, achievement, dan keprofesian. Mirip seperti memiliki resume online.

Bermain-main di linkedin memang tidak se-asyik mainan facebook, tapi setidaknya buat yang tertarik untuk lebih maju dalam karir dan pekerjaan kemungkinan akan senang. sejak september hingga desember kemarin saya sudah empat kali dikontak oleh headhunter (tiga diantaranya wordwide alias dari luar negri) karena pernah melirik profile saya di linkedin. Dengan memiliki profile di linkedin, exposure personal kita di jaring sosial di area keprofesian menjadi lebih luas.

However, ada situs jejaring keprofesian lain yang sepertinya menarik, yaitu naymz. Jejaring teman dalam situs ini akan menilai reputasi keprofesionalan kita. saat ini saya belum ketemu friend disini dan sepertinya belum populer di indonesia.

Personal, astro

Hisab Ramadhan Syawal 1429H

August 16th, 2008

Alhamdulillah, tidak lama lagi (jika Allah masih memberi umur) kita akan menjumpai bulan suci ramadhan, bulan yang kita nanti-nantikan.

Seperti yang telah saya lakukan dalam beberapa tahun terakhir, saya mencoba menghitung dengan kemampuan saya yang terbatas, dengan jurus yang sama seperti tahun lalu dan sebelumnya lagi (belum nambah ilmu nih)

Dari kalender bulan dari NASA, ijtimak atau konjungsi bulan pada tahun ini:
Ramadhan –> Tanggal 30-08-2008: 19:58 UTC (31-08-2008 02:58 WIB )
Syawal ——> Tanggal 29-09-2008: 08:12 UTC (29-09-2008 15:01 WIB)

Dari data diatas tebakan saya mayoritas ormas atau lembaga berwenang akan seragam dalam menentukan awal ramadhan. Megapa? Karena data menunjukkan jarak antara konjungsi dengan terbenam matahari terpaut cukup lama( 21 jam untuk WIB dan 23 Jam untuk WIT). Semakin lama jarak konjungsi dan terbenam matari, semakin jauh jarak sudut antara matahari dan bulan sehingga kemungkinan besar Hilal pasti terlihat pada sore hari tanggal 31 Agustus 2008. Dengan demikian umat islam akan memulai ibadah shaum ramadhan mulai tanggal 1 september 2008.

Berbeda untuk penentuan akhir ramadhan. Ijtima’ tarjadi hanya sekitar 3 jam sebelum matahari terbenam untuk wilayah Indonsia Barat, dan 1 jam untuk wilayah indonesia timur. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, situasi ini menyebabkan hilal (walaupun diatas ufuk) kecil kemungkinan bisa dilihat mata. Karenanya ada potensi perbedaan tanggal untuk penentuan 1 syawal di masyarakat. Bisa jadi sebagian masyarakat berpuasa selama 29 hari, namun ada yang menggenapkan 30 hari. Sebagai perbandingan, tahun 2007 lalu jarak konjungsi dengan terbenam matahari adalah 5 jam. Saat itu Pemerintah memutuskan 1 syawal jatuh esok lusa, sementara Muhammadiah memutuskan esok hari.

Pada uraian di atas saya hanya memperhitungkan faktur jarak waktu antara konjungsi dengan matahari terbenam. walapun tidak akurat karena banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan seperti ketinggian, fase dan sudut elongasi terhadap matahari (dan kebetulan sekarang ini bukan fokus oprekan saya), mungkin ini kriteria yang paling mudah dipahami oleh masyarakat awam. Saya akan coba jelaskan sedikit dengan bahasa yang sederhana.

Jika pada saat konjungsi jarak matahari-bulan nol derajat, maka setelah itu pelan-pelan bulan mulai berjarak terhadap matahari. Semakin lama semakin jauh. Oleh karena itu, ketinggian bulan (saat matahari terbenam) tergantung sudah berapa lama konjungsi terjadi dimana semakin lama, semakin tinggi. yang paling mudah adalah jika konjungsi terjadi lebih dari 7 jam saat matahari terbenam, hampir bisa dipastikan hilal dapat terlihat. Namun jika konjungsi terjadi kurang dari 7 jam sebelum matahari terbenam, maka kemungkinan besar hilal sulit dilihat, dan para ahli hisab mungkin akan berselisih karena kriteria hilal di saat kritis tersebut sampai saat ini ada banyak versi dan masih diperdebatkan.

Jadi, kalau ada perbedaan lagi, pilih yang mana? Buka mata, buka pikiran, putuskan dengan ilmu dan yakinkan dengan iman. insya Allah, posting ini akan saya update dengan link dari artikel lain yang bermanfaat.

Oyah hampir lupa. selamat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Seputar Rukyah dan hilal
Artikel di Blog Mutoha
Kriteria Said Jenie tentang Hilal
Situs Rukyat-Hilal Indonesia

Seputar Awal Ramadhan/Syawal 1429H

Islam, astro

Hisab Ramadhan Syawal 1428H

September 3rd, 2007

Alhamdulillah, tidak lama lagi (jika Allah masih memberi umur) kita akan menjumpai bulan suci ramadhan, bulan yang kita nanti-nantikan.

Menjelang datangnya bulan ramadhan biasanya orang ramai memperselisihkan kapan pastinya jatuh tanggal satu ramadhan dan tanggal satu syawal. Hal ini tampaknya “sudah menjadi tradisi” karena selalu terjadi setiap tahun. Ironis memang. Sebenarnya saya berharap bahwa tahun ini akan ada sebuah solusi dimana kita masyarakat Indonesia bisa megawali serta mengakhiri bulan ramadhan secara serempak tanpa ada perselisihan. Namun sebenarnya saya agak pesimis karena yang namanya keyakinan itu tidak bisa dipaksakan. Semoga Allah SWT menurunkan hidayahnya kepada kita semua.

Namun disisi lain saya merasa bersyukur, karena dalam satu dua tahun terakhir, isu ini menjadi bahan diskusi hangat, setidaknya di dunia blogsfer. Ada beberapa blogger yang cukup mumpuni di bidang astronomi memberikan analisis objektif seputar hisab, ada juga yang melakukan rukyah hilal dan menuangkan laporannya. Setidaknya masyarakat mendapat masukan ilmiah seputar penentuan awal ramadhan. Saya pribadi juga banyak mendapat tambahan ilmu.

Disini saya akan mencoba membuat analisis dengan ilmu saya yang terbatas. Saat ini saya masih menggunakan jurus yang sama seperti tahun yang lalu.

Berdasarkan kalender bulan dari NASA, ijtimak atau konjungsi bulan pada tahun ini:
Ramadhan –> Tanggal 11-09-2007: 11:4 UTC (18:44 WIB)
Syawal ——> Tanggal 11-10-2007: 05:01 UTC (12:01 WIB)

Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa pada tanggal 11 september, konjungsi terjadi setelah matahari terbenam yang artinya tidak mungkin terlihat hilal (karena bulan terbenam lebih dahulu dari matahari). Hal ini juga berlaku di Indonesia tengah dan Indonesia timur. Dengan demikian masyarakat Indonesia dapat dipastikan akan menggenapkan bulan sya’ban dan mulai berpuasa pada keesokan lusa yaitu tanggal 13 September 2007

Semetara ijtimak untuk bulan syawal terjadi pada tanggal 11 Oktober 2007 pada pukul 12.01 WIB. Umur bulan pada saat matahari terbenam kurang lebih lima setengah jam.
Umur bulan yang kurang dari 6 jam biasanya belum cukup umur untuk tampil sebagai hilal, walaupun faktanya pada saat matahari terbenam bulan berada diatas ufuk. untuk itu mari kita chek dengan menggunakan software mooncalc. Hasilnya untuk kota Jakarta adalah sebagai berikut:

Hisab 1428H 1

Hisab 1428H 2

Hisab 1428H 3

Hisab 1428H 4

Hasilnya, ketinggian hilal (di Jakarta) diperkirakan hanya sebesar 0.27 derajat dengan jarak waktu antara terbenam matahari dan terbenam bulan hanya 2 menit 30 detik. kalau ditinjau dari sudut pandang astronomi, ketinggian hilal sebesar ini terlalu tipis untuk bisa dilihat dengan mata telanjang. Namun bisa jadi ada orang yang “bisa melihat” hilal seperti ini. Kondisi hilal bulan syawal tahun ini kasusnya mirip sekali dengan syawal tahun lalu.

Dengan hasil seperti ini kemungkinan besar pemerintah akan menetapkan satu syawal jatuh pada tanggal 13 Oktober 2007, namun bisa jadi ada sebagian masyarakat yang akan merayakan idul fitri pada hari sebelumnya (12 Oktober 2007).

Selamat menunaikan Ibadah di bulan Ramadhan. Mohon maaf lahir dan bathin.

Artikel lain seputar penentuan Awal Ramadhan/Syawal 1428H:
- AWAL RAMADHAN, SYAWWAL DAN ZULHIJJAH 1428 H oleh M. Ma’rufin Sudibyo (pdf)
- Rukyatul Hilal Ramadhan 1428H
- Rukyatul Hilal Syawal 1428H

Artikel berkaitan pada tahun-tahun sebelumnya:
- Hilal Ramadhan
- Hilal Awal Ramadhan dan Hilal Awal Syawal 1427 H

Islam, astro

Nama Indonesia untuk Asteroid

August 13th, 2007

Asteroid, salah satu objek tatasurya yang saking banyaknya hingga tidak diketahui jumlah pastinya. Ada banyak nama yang bisa disematkan kepada asteroid yang berjumlah ratusan ribu buah tersebut (saat ini telah ditemukan lebih dari 150 ribu buah).

Walaupun penamaan asteroid tidak bisa seenak jidat si-penemunya, kenyataannya berbagai asteroid dinamai dengan berbagai jenis nama. Selain nama tokoh dalam mitologi romawi dan Yunani, banyak juga asteroid dinamai dengan nama orang (sipenemu, pacarnya, teman pacarnya, sampai nama anjing peliharaan) dan juga dinamai dengan mana suatu lokasi, kota, daerah atau negara.

Dari ribuan nama asteroid, adakah nama-nama yang berbau Indonesia? Saya tidak begitu yakin apakah ada orang indonesia yang pernah menemukan asteroid, namun dari daftar nama asteroid di wikipedia, ternyata ada beberapa asteroid yang namanya berbau Indonesia. berikut adalah yang saya temui:

(863) Benkoela : Propinsi bengkulu, sumatra
(536) Merapi : Nama gunung di jawa tengah
(754) Malabar : Nama daerah pegunungan di jawa barat
(732) Tjilaki : Nama sungai di jawa barat
(731) Sorga : dari bahasa indonesia arti kata “Heaven”
(772) Tanete : nama tempat di sulawesi
(770) Bali : Pulau Bali (atau nama dewa)
(5408) Thé : dari nama Pik Sin Thé, astronom Indonesia

Bisa jadi masih ada lagi (dari daftar yang ada saat ini), namun terlewat oleh saya saking banyaknya nama yang harus ditelusuri. However, jika ada astronom dari indonesia yang menemukan banyak lagi asteroid, tidak tertutup kemungkinan daftar diatas akan bertambah lagi.

Mari kita cari asteroid kemudian namai dengan nama Indonesia :)

Sumber-sumber bermanfaat:
Daftar nama asteroid urut secara alphabet (selalu update)
Daftar nama asteroid di wikipedia
Arti nama-nama asteroid di Wikipedia

astro

Navigasi Langit

April 10th, 2007

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui (QS Al An’aam:97)

“.. dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk (QS An Nahl: 16)

Kedua ayat Alqur’an diatas menginspirasikan saya ketika menyusun Tugas Akhir sekitar 6 tahun yang lalu. Menurut Alqur’an, Salah satu hikmah diciptakannya bintang-bintang bagi manusia adalah sebagai alat bantu navigasi. Dari sini berkembanglah ilmu Celestial navigation atau dalam bahasa Indonesianya “Navigasi langit”, sebuah cabang ilmu yang menggunakan bintang-bintang sebagai penunjuk arah dan kedudukan. penentuan kedudukan menggunakan bintang-bintang sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. terdapat beberapa teknik atau metoda yang sudah dikenal secara umum (dalam Tugas akhir waktu itu saya merumuskan sebuah metode baru)

Walaupun demikian, wacana navigasi langit masih sangat sedikit dalam khasanah keilmuan di Indonesia, setidaknya dari lingkungan sekitar saya pada waktu itu. Saya ingat ketika saya mempresentasikan TA saya di depan dosen-dosen astronomi di Boscha, mereka semua sangat antusias dan berkomentar (kira-kira) “tema seperti ini belum pernah dibahas di jurusan kita”. Oyah, Saya harus berterima kasih kepada staff dosen terutama pak Moedji Raharto (kepala UPT Boscha saat itu) yang telah mengizinkan saya menggunakan teleskop Bosscha yang saya idam-damkan dari kecil. “Kamu tuh mahasiswa non-astronomi pertama yang pernah pakai teleskop ini” kata mas irfan, “kuncen”nya Bosscha.

Di jurusan saya sendiri juga hampir sama, draft TA saya tidak dikembalikan oleh dosen penguji (diminta oleh mereka dengan alasan ingin baca-baca lagi), Lebih-lebih lagi dosen pembimbing saya. beliau bersusah payah mencarikan saya pesawat terbang untuk menguji metode saya (nyewa pesawat kan mahal), Begitu semangatnya beliau rela bangun jam 3 pagi untuk menemani saya berkonsultasi, mengambil data, plus jadi tukang foto! (Dokumentasi foto juga inisiatip beliau, bukan keinginan saya). Terus terang saya tidak akan melupakan kebaikan beliau seumur hidup. Juga semangatnya yang menjadi energi buat saya untuk tidak berputus asa menyelesaikan Tugas Akhir. Sebenarnya saat itu nasib saya sedang berada diujung tanduk antara lulus atau D.O

dengan perkembangan teknologi navigasi sekarang ini, teknik navigasi langit tinggal menjadi seni, bukan lagi menjadi alternatif utama. Ya tidak bisa disalahkan karena teknik navigasi langit memang “agak ribet”, namun sebenarnya sangat mengasyikkan. Apalagi kalau mengingat kutipan ayat diatas, rasanya benar-benar menjadi “ulil albab” yang disebut dalam Alqur’an.

Dengan ini saya ingin berkomitmen untuk menshare sedikit banyak teknik navigasi langit yang saya ketahui melalui blog ini. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan. Terus terang sudah lama saya berkeinginan tapi entah kenapa koq belum kesampaian. Tunggu yah postingan-postinganya. Insya Allah….

Islam, Sains, astro

Iridium

April 3rd, 2007

Mungkin salah satu kegagalan terbesar sebuah perusahaan Teknologi di abad ini adalah IRIDIUM. Mulai beroperasi Bulan desember 1998, perusahaan ini jatuh bangkrut pada bulan Agustus 1999. Hanya kurang dari setahun menjalankan bisnisnya sebagai sebuah operator telepon satelit.

Iridium adalah sebuah operator telekomunikasi Global. Dengan 66 satelit yang berfungsi sebagai “BTS” (sebenarnya cara kerjanya tidak sama persis seperti BTS-nya jaringan GSM), siapapun dan dimanapun di muka bumi ini bisa melakukan komonikasi. Walaupun ditengah laut, diatas gunung, bahkan di kutub utara/selatan sekalipun dimana tidak ada operator selular yang mampu menjangkau daerah tersebut. Sebelum Iridium, telepon satelit sebenarnya sudah ada namun wilayah coveragenya sangat terbatas.

Iridium diambil dari nama sebuah unsur dengan nomor atom 77, sama dengan jumlah satelit pada awal desain yang dikemudian hari di desain ulang sehingga hanya 66 satelit (tapi koq tidak ganti nama yaa?)

Dari sisi operasional, Layanan Iridium berfungsi normal. Mengapa bangkrut? karena tidak laku (hanya berhasil menjaring 50 ribuan pelanggan) sementara biaya operasional memelihara 66 buah satelit sungguh sangat mahal. Lalu mengapa tidak lakU? ada banyak penyebab. Selain (konon) strategi dan pemasaran yang buruk, secara teknis Iridium ini memang punya banyak kelemahan:

- Handheld atau pesawat (HP) Iridium relatif besar dan berat. Kebanyakan customer menginginkan handheld yang ramping, ringan dan enak dibawa. Namun pesawat iridium pada dasarnya membutuhkan daya yang kuat untuk menjangkau satelit yang mengorbit sekitar 780 km diatas Bumi sehingga membutuhkan komponen baterai yang besar.

- Tidak ada sinyal di dalam ruangan/gedung
Unacceptable untuk pelanggan orang kantoran atau rumahan.

- tarif yang mahal
Iridium hanya cocok untuk orang-orang yang berada di daerah terpencil dimana sama sekali tidak ada layanan telekomunikasi. Dengan tarif GSM yang semakin kompetitif dan jaringan interkoneksi (roaming) antar provider yang makin luas, bagi kebanyakan orang yang aktif di daerah perkotaan masih lebih murah menggunakan provider GSM yang ada walaupun harus berpindah kota atau negara.

Kegagalan Iridium hampir saja menyebabkan kesemua satelit seharga 7 milyar dollar harus dibakar sia-sia di atmosfer, hingga muncul kampanye untuk menyelamatkan iridium. Namun Iridium pada akhirnya terselamatkan dari nasib buruk. Sekitar tahun 2000 US department of Defence menggunakan Jaringan Iridium sebagai saluran komunikasinhya. Iridium perlahan bangkit dari keterpurukannya dan beroperasi hingga sekarang.

Buat anda peminat astronomi, Satelit iridium menyebabkan suatu fenomena yang dikenal dengan Iridium Flare. Fenomena yang dimaksud adalah kilatan cahaya akibat pantulan sinar matahari pada solar panel satelit tersebut. Kecerlangan Iridium flare cukup terang, sekitar Magnitudo -8, dan dapat diprediksi dengan akurat kapan dan dimana akan terjadi.

Sains, astro

Perubahan Zodiak

February 1st, 2007

Situs berita detik hari ini menyajikan berita “Zodiak Ganti Tanggal Beredar dari Milis ke Milis“. Terus terang saya belum dapat mail yang diberitakan tersebut. Lalu pertanyaannya adalah: Bener ga? Seharusnya ada pertanyaan pendahuluan: Apa alasannya apabila terlahir pada tanggal anu maka zodiaknya adalah rasi inu?

Ilmu astrologi dibangun pada masa kejayaan tradisi Babylonia dan Yunani Kuno (sekitar abad ke-5 SM). Saat itu diketahui matahari beredar mengelilingi langit satu putaran penuh dalam satu tahun (dalam pelajaran geografi kita menyebutnya “gerak semu tahunan Matahari”). Para astrolog pada jaman itu membagi wilayah lagit yang dilalui matahari yang berbentuk sabuk menjadi 12 bagian dan masing-masing bagian dihuni oleh satu buah rasi bintang. Ke-12 rasi ini disebut dengan zodiak.Pada saat posisi matahari berada di dalam rasi tertentu — misalnya rasi aries, maka orang yang lahir pada saat itu dikatakan berzodiak Aries.

Belakangan diketahui ketika matahari komplit melakukan “gerak semu tahunan”, sabuk zodiak ternyata telah bergeser sedikit. Dalam ilmu astronomi modern pergeseran ini disebabkan oleh gerak presesi bumi yang menyebabkan titik potong lingkar ekliptik dan lingkar equator dalam tata acuan koordinat bumi begeser. Efeknya: Setiap tahun pada tanggal dan jam yang sama, matahari tidak berada di lokasi yang sama. Bergesernya cuma sedikit tapi lumayan. Dalam 70 tahun, pergeserannya hampir satu hari penuh. Sebagai contoh. misalkan pada tanggal 1 januari tahun ini matahari berada pada titik A. Makan 70 tahun kemudian matahari berada di titik A bukan lagi tanggal 1 Januari, tapi tanggal 2 januari. Dalam rentang waktu lama pergeseran ini akan sampai menyebakan perpindahan ke rasi lain. Hitung saja dengan membanding jaman Yunani kuno yang kelewat dari 2000 tahun yang lalu. Jika diukur berdasarkan definisi astrogi masa itu, pergeserannya sudah 35 hari! Sudah beda Zodiak.

Oleh karena itu pada masa sekarang terdapat dua versi astrologi yaitu tropical Astrologi dan Sideral Astrologi. Tropical Astrologi adalah astrologi yang menghitung posisi matahari berdasarkan cara babilonia (yang masih dipakai di majalah-majalah dan tabloid), sementara Sideral Astrologi adalah astrologi yang sudah di-update definisi tanggal per zodiak dan posisi matahari berdasarkan kondisi saat ini. Sideral Atrologi pertama kali di perkenalkan oleh Cyril Fagan pada tahun 1944. Jadi sebenarnya relatif baru.

Oyah, pertanyaan lagi: apa benar sekarang ada 13 Zodiak, bukan 12?
Pada zaman dulu oleh Ptolomeus wilayah sabuk zodiak memang bagi menjadi 12 bagian, namun sejak tahun 1930 IAU membagi-bagi wilayah langit menjadi 88 kapling, menyebabkan terjadi perubahan batas wilayah di sabuk Zodiak. Kini di wilayah zodiak menyempil sebuah rasi ke-13 yaitu rasi Ophiuchus yang tadinya tidak termasuk dalam jajaran zodiak(yang didefinisikan oleh Ptolomeus). Orang-orang IAU itu ga hormat sama Ptolomeus ternyata ;) Dalam hal ini IAU punya pertimbangan sendiri, dan pertimbangan itu berpihak pada kepentingan ilmiah, bukan astrologi. However, untuk mengikuti perubahan zaman, rasi ophiucus kudu dimasukkan ke dalam zodiak.

sedikit tambahan info: Dengan berubahnya batas wilayah zodiak (oleh aturan baru dari IAU), hal itu juga sebenarnya menyebabkan retang waktu matahari berada pada zodiak tertentu juga berubah. Dengan demikian ada tiga versi masa berlaku sebuah zodiak. Ambil contoh rasi Sagittarius:
tropical zodiac: 22 Nov – 21 Des
Sideral zodiac : 16 des – 14 Jan
Batas baru : 18 Des – 18 Jan

Jadi mau pilih aliran astrologi mana? Halah…??? masih percaya yang begituan?

Sains, astro

Projek Daedalus

January 6th, 2007

Sekitar tahun 70-an sekumpulan ilmuwan di British Interplanetary Society melakukan studi tentang kemungkinan dibuatnya sebuah pesawat antar bintang tak berawak. Yup, pesawat antar benua mah sudah biasa, ini wahana antar bintang. Studi ini diberi nama Projek Daedalus.

Pesawat Daedalus diharapkan dapat dibangun dengan teknologi yang ada sekarang dan dapat sampai ke bintang tujuan dalam waktu kurang dari waktu hidup manusia. Pada waktu perencanaan, pesawat ini di targetkan menuju bintang Barnard –salah satu bintang yang relatif dekat dengan matahari kita (jarak 6 tahun cahaya)– dalam waktu sekitar 50 tahun. Mengapa dipilih Bintang Barnard? karena saat itu dipercaya bintang ini memiliki sistem planet. Pun seandainya disana tidak ada apa-apa, pesawat Daedalus ini dirancang sewaktu-waktu dapat di re-route menuju bintang lain.

Untuk dapat mencapai bintang terdekat dalam waktu relatif singkat, dibutuhkan pesawat yang berkecepatan tinggi. Pada saat itu wahana tercepat adalah Pioneer 10, sebuah wahana yang dikirim ke Yupiter. Wahana ini berkecepatan 52.000 km/jam. Dengan kecepatan ini, Pioneer baru sampai ke bintang Barnard 123.000 tahun kemudian. Kelamaan.

Sistem propulsi Daedalus dirancang menggunakan nuclear pulse propulsion. Disini terdapat dua tingkat sistem propulsi. Tingkat pertama akan beroperasi selama dua tahun, meningkatkan kecepatan pesawat hingga mencapai 7% dari kecepatan cahaya. Tingkat kedua akan beroperasi 2 tahun berikutnya yang akan meningkatkan kecepatan pesawat hingga 12% dari kecepatan cahaya.

Sistem propulsi seperti ini membutuhkan bahan bakar yang sangat banyak dan tentunya pesawat yang sangat besar. Diperkirakan massa total pesawat ini sekitar 54.000 ton (50.000 ton sendiri adalah bahan bakar pesawat). Bahan bakar yang dibutuhkan untuk wahana ini adalah Helium-3. Unsur ini langka di Bumi tapi dipercaya melimpah di Jupiter. Skenarionya, pesawat ini di bangun diatas orbit bumi, lalu ke Jupiter untuk mengisi bahan bakar, baru berangkat ke Tujuan.

Pada saat itu para ilmuwan yang terlibat percaya bahwa pesawat ini dapat ter-realisasi dalam waktu 30-an tahun. Waktu itu perkembangan teknologi penerbangan luar angkasa memang sedang mengalami masa keemasan sehingga orang-orang sangat optimis. Mereka percaya sekitar tahun 90-an sudah ada teknologi seperti ini. Akhirnya disadari pesawat seperti ini ternyata sangat mahal dan teknologi saat ini ternyata belum secanggih yang dibayangkan. Namun bukannya mustahil. Kita tunggu saja apakah ada saatnya nanti kita bisa mengirim sebuah wahana ke bintang lain.

Source:
Wikipedia

Sains, astro