100% Bebas Asap Rokok

May 31st, 2007

World No Tobacco Day 2007

Kepada: pengelola tempat-tempat umum

Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.

Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.

Dengan demikian, kami meminta anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang merokok di tempat-tempat umum. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua.

Tertanda,

-ech-

Lain-lain

Pesawat Bisa Terbang, Tanya Kenapa?

May 8th, 2007

Salah satu posting di blog ini yang ramai di sambangi penyelancar (via google) adalah posting “mengapa pesawat bisa terbang?“. Sampai saat ini sebenarnya saya masih ragu, apakah informasi dalam postingan tersebut cukup akurat (dan tepat sasaran dalam penyampaian). Sesungguhnya ada banyak teori yang dapat dipakai untuk menjelaskan mengapa pesawat bisa terbang. Pertanyaannya: mana yang benar?

Beberapa hari terakhir topik ini cukup seru dibahas di milis alumni penerbangan ITB. Bahkan pak Diran yang legendaris serta pak Joko pakar aerodinamika ikut meramaikan suasana. Sampai saat saya menulis ini diskusi masih hangat, sebagian posting yang menarik saya kutip dibawah. Alamat email pemosting yang asli sengaja saya hapus untuk menghindari abuse kepada yang bersangkutan.

Oyah, buat yang masih belum mudheng juga: Diskusi ini mempertanyakan apakah hukum Bernoulli bisa digunakan untuk menjelaskan gaya angkat pada sayap yang menyebabkan pesawat bisa terbang (sebagaimana yang diajarkan di pelajaran Fisika di SMA)?

(note: pada saat artikel ini ditulis, diskusi dimilis tersebut masih berlanjut)

————————–

From: Sentot Suryangat

hi,

well hukum bernoulli diturunkan dari navier stokes, dan ia hanya berlaku untuk kondisi2 tertentu. di tingkat molekul, sepertinya asumsi kontinum nggak bisa diberlakukan lagi.

banyak teori ttg kenapa pesawat bisa terbang. yang pasti yang banyak diajarkan selama ini (bahwa “partikel” udara terpecah di titik stagnasi di leading edge dan harus bertemu kembali dengan “pecahannya” di trailing edge) itu salah. saya pribadi lebih suka menjelaskannya dengan vortisitas.

regards,
sentot

————————–

From: Adi Putra

Setau saya memang Hukum Bernoulli adalah teori turunan, kombinasi dari hukum kekekalan massa. DAN pula hk Bernoulli adalah BENTUK IDEAL. So, wajar hukum Berboulli belum bisa menjelaskan alasan munculnya gaya angkat secara tepat. Perasaan itu dah saya dapat dari kul di PN dulu.

Teori ttg viscousity saat ini salah satu dari beberapa teori yang dapat menjelaskan kenapa gaya angkat bisa muncul… ? Yup, property udara itu sendiri salah satunya viscousity, sebagaimana dimiliki oleh fluida lain. Lebih lengkap bisa tanya pak Djoksar.

Oleh karena hk Bernoulli adalah bentuk ideal (penurunannya banyak asumsi2 ideal) so sangat wajar tidak dapat dipakai ditingkat molekul. Ini mirip dengan Teori Gerak Newton (Hukum I, II, II) yang tidak berlaku untuk benda yang bergerak mendekati kecepatan cahaya. Dalam hal ini Hukum Relativitas Newton lebih mendekati kebenaran dalam memprediksi prilaku gerak benda2 yang mendekati cahaya, termasuk level atom atau molekul.

Wuih keringatan gw utk me-recall yang sedikit ini……dah 4 thn otak gw berkecimpung di dunia lain. Sorry ya bro’s, just sharing cmiiw

————————–

From: Rifki

Ikutan ah…

Perbedaan kecepatan itu gak ada hubungannya sama partikel udara yg pecah di leading edge dan musti bertemu di trailing edge. Walaupun partikel udara yg terpecah di leading edge tidak bertemu di trailing edge, mereka tetap punya beda kecepatan. Kecepatan partikel udara berubah karena perubahan area. Menurut hukum konservasi masa, mass flow rate, A*V = Constant (ini bentuk paling sederhana hukum konservasi masa). Jadi adanya perbedaan kecepatan antara top and lower surface of an airfoil itu karena airfoil didesign sedemikian rupa supaya flow on the top surface lebih cepat dari pada flow on the lower surface. Caranya , area di top surface hrs lbh kecil dari area di lower surface (waktu membayangkan perubahan area, coba gambar airfoil diantara dua garis lurus yg paralel. Garis lurus yg pararel itu analogus sama far away field streamline)
Ada banyak cara lain utk menjelaskan lift generation, klo menurut saya sih ini paling sederhana. Klo yg berdasarkan vorticity itu klo gak salah diturunkan dari potential flow theory, betul kan? Silahkan liat di Anderson “Fundamental of Aerodynamics” kalau pingin tau lebih detail.

Regards,

Rifki

————————–

From: habbibi ryu

klo seandainya teori partikel udara yg pecah di leading edge dan mustinya bertemu di trailing edge itu salah, apakah itu berarti juga salah klo terjadi perbedaan kecepatan dan selanjutnya perbedaan tekanan. kan ini dulu penyebab munculnya lift di pesawat. [ini jg yg gue jelaskan sama org lain, klo gue ditanya, knp pesawat terbang..:) ]

————————–

From: oetarjo diran

mohon diterangkan dengan teori kinetika gas, dimana
media dimodelkan sebagai molekul-molekul.

o.diran

————————–

From: oetarjo diran

banyak fenomena alam dapat diterangkan dengan
pemodelan fenomena berdasarkan ratio. kadang-kadang
model fenomena yang satu tidak dapat menerangkan
fenomena lain. salah satu kemampuan seorang engineer
adalah untuk menemukan model-model yang menerangkan
fenomena-fenomena. secara umum dapat diamati upaya
manusia sepanjang masa untuk memperoleh teori yang
dapat menerangkan semua fenomena alam. antara lain
hawkings yang menyatakan dalam dua tiga dekade yang
akan datang manusia akan dapat menerangkan segala
fenomena yang diamati (dan yang tidak atau belum
diamati).

untuk seorang engineer yang penting adalah bagimana
ratio di belakang teori-teori ini dapat dimanfaatkan
untuk kebaikan umat manusia, lingkungan hidup, dsb.

o.diran

————————–

From: Sentot Suryangat

Hi Lubeck dan semua,

Maaf baru jawab. Walaupun teori “partikel pecah” itu menurut saya nggak masuk nalar, perbedaan kecepatan dan tekanan antara permukaan atas dan bawah itu tetap betul, karena memang perbedaan tekanan (juga shear stress) itu adalah penyebab langsung munculnya gaya-gaya aerodinamika. Cuma yang jadi masalah adalah, kenapa perbedaan tekanan itu bisa muncul.

Menurut penjelasan yang paling gampang, karena aliran udara cenderung mengikuti kurva permukaan airfoil, aliran udara akan terdefleksi sedemikian rupa sehingga bakal ada komponen kecepatan ke bawah (downwash) setelah aliran meninggalkan airfoil. Downwash ini akan menimbulkan reaksi ke arah yang berlawanan ie. lift. Ini sederhana, tapi nggak begitu menjelaskan kaitannya dengan perbedaan tekanan dan kecepatan.

Kalau dilihat dari sirkulasi, gampangnya, airfoil bisa dipandang sebagai vortex generator. Bayangkan hal-hal berikut:

* Karena gerakan relatif terhadap aliran bebas, bakal ada sirkulasi di permukaan airfoil. Bayangkan ada aliran udara searah jarum jam mengelilingi airfoil, dari leading edge, ke permukaan atas, ke trailing edge, ke permukaan bawah, dan kembali ke leading edge, terus menerus.
* Ada aliran bebas (seragam) dari hulu yang akan bertemu dengan airfoil.
* Superposisikan kedua aliran ini dan kita bakal dapetin gambar klasik aliran udara di sekitar airfoil. Kecepatan di permukaan atas akan lebih besar daripada permukaan bawah, yang menunjukkan adanya perbedaan tekanan, etc etc etc.

Notice that, perbedaan kecepatan bukan penyebab perbedaan tekanan. Consider them as 2 sides of a coin.

Dari sisi teoretis, penjelasan ini bersesuaian dengan teori Kutta-Zhukovski, yaitu untuk benda dengan permukaan sembarang di dalam aliran seragam:
Lift = density x velocity x circulation
Besarnya nilai circulation ini harus sedemikian rupa shg kondisi Kutta terpenuhi, yaitu aliran udara bakal meninggalkan airfoil dengan mulus di trailing edge.

Pemodelan matematis airfoil juga menggunakan konsep ini. Vortex-vortex super mini disebarkan di permukaan airfoil, dan kemudian diintegrasikan untuk seluruh airfoil untuk menghitung lift. Walaupun ini cuma pemodelan matematis, vortex-vortex cilik di permukaan airfoil ini ada untuk mewakili lapisan batas, yaitu wilayah di dekat permukaan airfoil yang di dalamnya pengaruh viskositas nggak bisa diabaikan. Ini bakal menyebabkan adanya gradien kecepatan yang tinggi (hence high vorticity).

Which brings us the next question. Kenapa bisa ada sirkulasi di airfoil setelah ada gerakan relatif terhadap udara? Ada dua versi penjelasan.

Penjelasan pertama adalah seperti yang baru saya jelaskan, yaitu karena adanya viskositas yang pengaruhnya signifikan dekat permukaan airfoil. Jadi viskositas menurut penjelasan ini nggak hanya menyebabkan shear stress (and hence drag and heating), tapi juga lift (!!!). Anehnya, ini paradoxical dengan asumsi dasar potential flow (irrotational, inviscid, steady). Saya sendiri nggak pasti mengapa. Tapi saya pikir ada kaitannya dengan kenapa point vortex dimasukkan dalam basic potential flow, padahal pusat point vortex itu sendiri rotational (which i think should make it non-potential).

Penjelasan kedua sedikit lebih rumit. Saat airfoil baru mulai bergerak (misalnya dari kanan ke kiri), fenomena berikut teramati. Aliran udara di permukaan bawah bakal bergerak ke arah trailing edge, mencoba mengitarinya dan bergerak ke arah permukaan atas. Gerakan ini bakal menyebabkan terjadinya vortex di trailing edge, dengan arah ccw. Setelah airfoil bergerak menjauh vortex ini bakal tertinggal di tempatnya, dan disebut sebagai vortex mula (starting vortex). Nah, menurut teorema Kelvin-Helmholtz, vortex mula ini bakal menginduksi sirkulasi pada airfoil secara terus menerus, dengan arah yang berlawanan (cw) namun dengan nilai sirkulasi yang sama.

Seperti yang kita bisa liat, dibandingkan dengan teori “partikel pecah”, penjelasan dg memakai sirkulasi membutuhkan 7 kali lebih banyak energi dan jauh lebih rumit, tapi penjelasan dg memakai downwash doesn’t sound “as smart” :-) . Mungkin ini sebabnya penjelasan partikel pecah lebih banyak dipakai, walaupun salah.

Hope that helps.

Regards,
Sentot

————————–

From: Djoko Sarjadi

Halo semuanya,

Saya dapat menikmati diskusi kalian tentang lift.
Saya kira semua teori yg dikemukakan di sini dapat
dipakai / diverifikasi kecuali teori split partikel.
Untuk aerofoil dg positive camber, waktu yg diperlukan
oleh elemen fluida menelusuri permukaan atas TIDAK lebih
kecil daripada yg melewati permukaan bawah. Anda melihat
starting vortex kan ? Itu buktinya bahwa elemen yg melewati
permuakaan bawah sampai di Trailing Edge lebih cepat.
Anda juga dapat memferifikasi secara analitis memgunakan
linkaran dg sirkulasi di dalam aliran seragam. Temukan waktu
yg diperlukan untuk menelusuri permukaan linkaran dari titik
stagnasi depan ke yg di belakang dari Ta=int.(R/U)dteta.

Yg lebih menarik, saya fikir, adalah bgmana menerangkan
terjadinya lift ini secara kwalitatif tanpa memgunakan
matematik sama sekali. Setelah mekanisme fisik ini jelas
secara awam, baru digunakan matematik untuk penjelasan
kwantitatifnya.
Saya usul demikian,
perhatikan bahwa tekanan itu paling kecil adalah nol (vakum).
Tekanan negatif itu sebenarnya kan hanya relatifnya saja
terhadap rujukan. Elemen fluida yg melaju pada permukaan
lengkung positif (misal permk atas aerofoil) gaya inersialnya
cenderung menjauhi permukaan, ini kita kenal dg gaya
sentrifugal. Kecenderungan menjauhi permukaan ini menimbulkan
“kevakuman” (tekanan rendah) pada permukaan. Gaya karena
kevakuman ini dirasakan oleh permukaan, sedangkan gaya
sentrifugalnya dirasakan oleh elemen fluida.

Masih ada yg lebih menarik lagi di sekitar masalah ini,
tapi lain kali saja saya sampaikan.

Salam,
ds

————————–

Sains

Upgrade TSM Client v5.2 on AIX

May 8th, 2007

Bulan ini saya melakukan beberapa upgrade TSM server & Client di beberapa customer. Kebanyakan adalah dari versi 5.2 ke versi 5.3 Memang versi 5.2 ini sudah cukup lama. Pertengahan tahun ini support IBM untuk TSM 5.2 akan dihetikan, alias discontinued.

So, apa susahnya upgrade TSM dari v5.2 ke v5.3? Pada dasarnya tidak sulit. tinggal masukkan cd source lalu lakukan perintah smitty installp dan lakukan step-step sebagaimana install baru. Namun ada sedikit trik, terutama jika anda juga akan mengupgrade TSM API. Berbeda dari v5.2 yang kita hanya bisa memilih salah satu API yaitu 32bit atau 64bit, untuk v5.3 kita harus memilih kedua-duanya (API 32 bit dan 64bit) walaupun processor mesin kita (p-series) adalah processor 64bit. Pelangaman pribadi dan consultant lain jika kita tidak menginstall API 32bit ini, maka akan ada problem jika ada TDP (Tivoli Data Protection) for appliction di mesin tersebut.

Permasalahannya, kita tidak bisa mengupgrade API 64bit dan 32bit sekaligus jika pada installasi sebelumnya (v5.2) API 32bit tidak terinstall (upgrade akan gagal karena tidak ditemukan API 32bit previous install). Solusinya, kita tidak dapat upgrade-replace, melainkan remove dulu TSM API yang ada, lalu lakukan install versi terbaru.

Setelah melakukan upgrade masih ada satu step tambahan. Berbeda dengan versi 5.2, sejak v5.3, TSM mewajibkan file dsmerror.log ditulis oleh user non-root. Jika dimesin anda terinstall TDP, jangan lupa lakukan chown file dsmerror.log ke user aplikasi yang bersangkutan (misalnya terinstall TDP oracle, lakukan chown file dsmerror.log ke user oracle). Atau yang paling mudah (namun agak risky), lakukan perintah chmod 777 file dsmerror.log (note: Untuk mengetahi dimana file dsmerror.log berada, check configurasi pada file /usr/tivoli/tsm/client/bin/dsm.sys atau /etc/environment. Defaultnya berada di direktori /usr/tivoli/tsm/client/api/bin64/

Semoga berhasil!

IT Stuff

Tuhan Bermain Dadu?

April 15th, 2007

Ungkapan einstein diatas sering di kutip dalam berbagai artikel, namun sepanjang saya sering membaca artikel yang mengutip kalimat tersebut, jarang saya menemui korelasi yang benar antara ungkapan tersebut dengan artikel yang di tulis. Sepertinya banyak orang yang tidak tahu latar belakang atau “asbabun nuzul” mengapa einstein mengucapkan kalimat tersebut (cuma asal kutip?). karena sebenarnya hal ini adalah sebuah fenomena menarik dimana seorang ilmuwan tidak percaya dengan implikasi dari teori yang di rumuskannya sendiri.

kembali ke masa Fisika Klasik. Sejak jaman newton, orang-orang percaya bahwa alam semesta ini deterministik: Jika kita mengetahui semua perangkat hukum alam serta kondisi awalnya, maka kita dapat memperkirakan apa yang akan terjadi dimasa depan. Fisika Klasik menganggap alam semesta ini adalah sebuah mesin raksasa yang komplex namun taat pada aturan dan hukum yang berlaku. Kalau saja kita mengetahui cara kerja mesin ini, maka kita dapat meramalkan tabiatnya. Kurang lebih begitulah. Namun munculnya Prinsip ketidak pastian dari Heisenberg, meruntuhkan kepercayaan ini. Alam semesta tidak sedeterministik yang dibayangkan sebelumnya. Selalu terdapat ketidak pastian dari setiap apa yang ingin kita ukur atau ketahui kondisinya secara eksak.

Einstein yang percaya bahwa alam semesta ini deterministik sangat menentang prinsip ini. “Tuhan tidak bermain dadu” kalimat tersebut mengungkapkan ketidak setujuannya pada prinsip ketidak pastian. kalimat ini dikatakanya kepada Niels Bohr dan dijawab “Einstein, Kamu ga usah mendikte Tuhan apa yang harus DIA lakukan”. Dua orang ini paling seru kalau berdebat tentang prinsip ketidak pastian. Dua ungkapan diatas sebenarnya mempunyai makna yang mendalam.

Perkembangan ilmu fisika (terutama mekanika Quantum) membuktikan bahwa Einstein salah. Alam semesta memang tidak deterministik. Jadi benar tuhan bermain dadu? ya enggak, cuma main monopoly. Halah…..

Meminjam ungkapan Sthepen Hawking “Bukan sahaja Tuhan bermain dadu… Dia kekadang membuang dadu di tempat yang tidak dapat dilihat.” menunjukkan bahwa ilmu manusia masih terlalu sedikit bahkan untuk sekedar memahami hasil ciptaanNYA

Artikel berkaitan:

Tuhan Memang bermain dadu

Sains

Navigasi Langit

April 10th, 2007

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui (QS Al An’aam:97)

“.. dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk (QS An Nahl: 16)

Kedua ayat Alqur’an diatas menginspirasikan saya ketika menyusun Tugas Akhir sekitar 6 tahun yang lalu. Menurut Alqur’an, Salah satu hikmah diciptakannya bintang-bintang bagi manusia adalah sebagai alat bantu navigasi. Dari sini berkembanglah ilmu Celestial navigation atau dalam bahasa Indonesianya “Navigasi langit”, sebuah cabang ilmu yang menggunakan bintang-bintang sebagai penunjuk arah dan kedudukan. penentuan kedudukan menggunakan bintang-bintang sudah dikenal sejak ratusan tahun yang lalu. terdapat beberapa teknik atau metoda yang sudah dikenal secara umum (dalam Tugas akhir waktu itu saya merumuskan sebuah metode baru)

Walaupun demikian, wacana navigasi langit masih sangat sedikit dalam khasanah keilmuan di Indonesia, setidaknya dari lingkungan sekitar saya pada waktu itu. Saya ingat ketika saya mempresentasikan TA saya di depan dosen-dosen astronomi di Boscha, mereka semua sangat antusias dan berkomentar (kira-kira) “tema seperti ini belum pernah dibahas di jurusan kita”. Oyah, Saya harus berterima kasih kepada staff dosen terutama pak Moedji Raharto (kepala UPT Boscha saat itu) yang telah mengizinkan saya menggunakan teleskop Bosscha yang saya idam-damkan dari kecil. “Kamu tuh mahasiswa non-astronomi pertama yang pernah pakai teleskop ini” kata mas irfan, “kuncen”nya Bosscha.

Di jurusan saya sendiri juga hampir sama, draft TA saya tidak dikembalikan oleh dosen penguji (diminta oleh mereka dengan alasan ingin baca-baca lagi), Lebih-lebih lagi dosen pembimbing saya. beliau bersusah payah mencarikan saya pesawat terbang untuk menguji metode saya (nyewa pesawat kan mahal), Begitu semangatnya beliau rela bangun jam 3 pagi untuk menemani saya berkonsultasi, mengambil data, plus jadi tukang foto! (Dokumentasi foto juga inisiatip beliau, bukan keinginan saya). Terus terang saya tidak akan melupakan kebaikan beliau seumur hidup. Juga semangatnya yang menjadi energi buat saya untuk tidak berputus asa menyelesaikan Tugas Akhir. Sebenarnya saat itu nasib saya sedang berada diujung tanduk antara lulus atau D.O

dengan perkembangan teknologi navigasi sekarang ini, teknik navigasi langit tinggal menjadi seni, bukan lagi menjadi alternatif utama. Ya tidak bisa disalahkan karena teknik navigasi langit memang “agak ribet”, namun sebenarnya sangat mengasyikkan. Apalagi kalau mengingat kutipan ayat diatas, rasanya benar-benar menjadi “ulil albab” yang disebut dalam Alqur’an.

Dengan ini saya ingin berkomitmen untuk menshare sedikit banyak teknik navigasi langit yang saya ketahui melalui blog ini. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan. Terus terang sudah lama saya berkeinginan tapi entah kenapa koq belum kesampaian. Tunggu yah postingan-postinganya. Insya Allah….

Islam, Sains, astro

Halo, Namaku Lyra

April 4th, 2007

Halo semua…
aku lyra, putri dari babe ech yang punya blog ini. hari ini adalah hari ulangku yang pertama dan babe menyuruhku nulis disini supaya om dan tante semua bisa kenal denganku. Salam kenal.

Aku dilahirkan tepat setahun lalu pada pukul lima pagi hari. Kalau dibandingkan kelahiran si abang lutfan, kelahiranku lumayan lancar. Begitu ibu dateng ke klinik ibu bidan, kurang lebih satu jam kemudian aku sudah lahir.

Ibu memberiku nama Lyra Bellatrix, sesuai dengan perjanjian antara ibu dan babe bahwa anak perempuan akan diberi nama oleh ibu. Namun babe menyelipkan “Erisa” ditengah-tengah, jadilah nama lengkap ku Lyra Erisa Bellatrix. Ibu dan babe memanggilku Lyra, namun oma, om serta tante memanggilku Laila. Ada banyak alternatif lain untuk memanggil namaku: Ila, Lila, Eri, Eris, Risa, Bella, Isabella dan lain-lain… Silahkan pilih.

Kata ibu, namaku diambil dari nama bintang dan rasi bintang. Lyra adalah nama salah satu rasi bintang dan Bellatrix diambil dari salah satu nama bintang di rasi Orion. Erisa diambil dari Eris, nama planet kerdil (yang gagal jadi planet ke-10). Btw nama planet itukan baru di launch 5 bulan setelah aku lahir? Ternyata Babe hebat juga …

Btw, kata orang-orang namaku keren dan unik, terutama nama “Bellatrix”. Kata tante irma di Bandung “Itu siapanya Obelix?” Bahkan teman-teman babe dikantor menuduh namaku diambil dari salah satu varian UNIX atau salah satu distro Linux. (mentang-mentang babe orang IT). Kesian babe. tapi ibu suka dengan nama itu. Bellatrix adalah nama pejuang wanita jaman romawi dulu (seangkatan sama tante Xena ga yaa?) dan ibu berharap jika aku dewasa nanti mempunyai semangat juang untuk mempertahankan kebenaran dan keadilan. Cieee…

Jarak kelahiranku dengan kelahiran abang Lutfan cuma 1 tahun 4 bulan. cukup dekat. Hal ini sebenarnya membuat ibu setress saat awal-awal kelahiran. Untungnya babe sering menghibur dan membesarkan hati ibu. kata babe karena aku dan abang hampir sepantar, kami berdua bisa belajar saling berbagi dan toleransi sejak masih kecil. mudah-mudahan bisa ya be? Kelihatan si abang sudah mulai belajar dan sayang sama aku. Pernah malam-malam ketika sedang tidur aku invasi ke kapling tidurnya si abang. Ibu dan Babe mendapati bang lutfan kepepet dan akhirnya tidur sambil duduk tanpa protes. Berbagi ni yee….

Kalau nangis suaraku sangat keras dan lepas. Kayak suara mobil pemadam kebakaran kata babe. Berlainan jauh dari bang lutfan yang suara tangisnya sering ditahan dan hampir tidak kedengaran.

Katanya seh sifat-sifatku agak keras kepala dan bawel lebih mirip sifat ibu. Sementara bang lutfan anaknya suka iseng dan aneh-aneh tapi toleransi tinggi, lebih mirip sifat babe. Namun dari tampang justru kebalikan. wajahku lebih mirip babe sementara bang lutfan lebih mirip ibu.

Selamat ulang tahun nak, Kata babe dan ibu. Mereka mendoakan ku jadi anak yang sholehah, cerdas dan berbakti pada orang tua serta bermanfaat bagi masyarakat. Amin….

Personal

Iridium

April 3rd, 2007

Mungkin salah satu kegagalan terbesar sebuah perusahaan Teknologi di abad ini adalah IRIDIUM. Mulai beroperasi Bulan desember 1998, perusahaan ini jatuh bangkrut pada bulan Agustus 1999. Hanya kurang dari setahun menjalankan bisnisnya sebagai sebuah operator telepon satelit.

Iridium adalah sebuah operator telekomunikasi Global. Dengan 66 satelit yang berfungsi sebagai “BTS” (sebenarnya cara kerjanya tidak sama persis seperti BTS-nya jaringan GSM), siapapun dan dimanapun di muka bumi ini bisa melakukan komonikasi. Walaupun ditengah laut, diatas gunung, bahkan di kutub utara/selatan sekalipun dimana tidak ada operator selular yang mampu menjangkau daerah tersebut. Sebelum Iridium, telepon satelit sebenarnya sudah ada namun wilayah coveragenya sangat terbatas.

Iridium diambil dari nama sebuah unsur dengan nomor atom 77, sama dengan jumlah satelit pada awal desain yang dikemudian hari di desain ulang sehingga hanya 66 satelit (tapi koq tidak ganti nama yaa?)

Dari sisi operasional, Layanan Iridium berfungsi normal. Mengapa bangkrut? karena tidak laku (hanya berhasil menjaring 50 ribuan pelanggan) sementara biaya operasional memelihara 66 buah satelit sungguh sangat mahal. Lalu mengapa tidak lakU? ada banyak penyebab. Selain (konon) strategi dan pemasaran yang buruk, secara teknis Iridium ini memang punya banyak kelemahan:

- Handheld atau pesawat (HP) Iridium relatif besar dan berat. Kebanyakan customer menginginkan handheld yang ramping, ringan dan enak dibawa. Namun pesawat iridium pada dasarnya membutuhkan daya yang kuat untuk menjangkau satelit yang mengorbit sekitar 780 km diatas Bumi sehingga membutuhkan komponen baterai yang besar.

- Tidak ada sinyal di dalam ruangan/gedung
Unacceptable untuk pelanggan orang kantoran atau rumahan.

- tarif yang mahal
Iridium hanya cocok untuk orang-orang yang berada di daerah terpencil dimana sama sekali tidak ada layanan telekomunikasi. Dengan tarif GSM yang semakin kompetitif dan jaringan interkoneksi (roaming) antar provider yang makin luas, bagi kebanyakan orang yang aktif di daerah perkotaan masih lebih murah menggunakan provider GSM yang ada walaupun harus berpindah kota atau negara.

Kegagalan Iridium hampir saja menyebabkan kesemua satelit seharga 7 milyar dollar harus dibakar sia-sia di atmosfer, hingga muncul kampanye untuk menyelamatkan iridium. Namun Iridium pada akhirnya terselamatkan dari nasib buruk. Sekitar tahun 2000 US department of Defence menggunakan Jaringan Iridium sebagai saluran komunikasinhya. Iridium perlahan bangkit dari keterpurukannya dan beroperasi hingga sekarang.

Buat anda peminat astronomi, Satelit iridium menyebabkan suatu fenomena yang dikenal dengan Iridium Flare. Fenomena yang dimaksud adalah kilatan cahaya akibat pantulan sinar matahari pada solar panel satelit tersebut. Kecerlangan Iridium flare cukup terang, sekitar Magnitudo -8, dan dapat diprediksi dengan akurat kapan dan dimana akan terjadi.

Sains, astro

TSM Certified

April 1st, 2007

Beberapa bulan terakhir ini saya selalu mengerjakan projek instalasi IBM Tivoli Storage Manager (TSM). Sepertinya saya memang diarahkan menjadi spesialis TSM. Sudah tentu saya diharapkan ambil sertifikasi TSM. Dan begitulah, minggu lalu saya ambil TSM exam (000-799) di executrain dan alhamdulillah, lulus dengan skor 960. Not bad, nyaris 100% (cuma salah 2 soal!)

Target tahun ini ambil 3 sertifikasi dengan 4 exam. mudah-mudahan bisa tercapai, syukur-syukur terlampaui.

—-

Dear Ech,
Certification: IBM Certified Deployment Professional — Tivoli Storage Manager V5.3

Congratulations on achieving your IBM certification! You have also earned the right to identify yourself as an IBM Certified Professional using the IBM Certified for Tivoli Software mark on your business cards and correspondence.

To obtain your certificate, please visit the IBM Certification Member Site at www.ibm.com/certify/members. Select “Member Services” and then “Certificate Requests.” We also ask that you update your Address Information, including your personal data privacy options. These privacy options help us know how to best communicate with you, and allow you to indicate if your certification status can be provided to others.

Personal